Dokomodo

Kenali 4 Fakta Menyesatkan Berkaitan dengan Bunuh Diri

Belakangan ini kasus bunuh diri terus merangkak naik, dan didominasi oleh kalangan remaja atau anak muda. Setiap orang memiliki motif tersendiri untuk mengakhiri nyawanya secara personal, ada yang memilih menenggak pil sebanyak mungkin, mengkonsumsi racun, gantung diri, menyayat pergelangan tangan, dan lain sebagainya. Kemudian alasan seseorang melakukan bunuh diri ini juga terbilang beragam, beberapa orang meninggalkan surat wasiat yang mencantumkan alasan melakukan tindakan nekat tersebut.

Alasan yang Umum Mendasari Tindakan Bunuh Diri
Kasus bunuh diri terjadi di seluruh penjuru dunia, tidak peduli di negara maju maupun berkembang kasus semacam ini akan ditemukan. Anehnya dengan semakin berkembangnya peradaban dan canggihnya teknologi angka kasus bukannya menyusut malah sebaliknya. Rupanya ada lebih banyak alasan yang membuat seseorang memutuskan untuk mengakhiri perjalanan hidupnya di dunia. Umumnya disebabkan oleh pikiran yang sempit maupun karena desakan oleh orang sekitar.

Secara umum pelaku bunuh diri ini memiliki beberapa alasan yang juga dimiliki oleh pelaku bunuh diri lainnya, alasan tersebut antara lain:

  • Stress akan suatu masalah, misal putus atau bercerai dari pasangan yang sangat dicintai.
  • Tekanan dari lingkungan sekitar, misal kemiskinan, tidak punya teman, dan sejenisnya.
  • Memiliki kepribadian ganda atau bipolar namun tidak disadari dan tidak ditangani dengan baik.
  • Memiliki kecanduan terhadap alkohol maupun obat-obatan dengan efek menenangkan.

Kenali Fakta Menyesatkan Perihal Bunuh Diri
Salah satu faktor yang membuat kasus bunuh diri ini bertambah juga karena beredarnya fakta-fakta yang sejatinya adalah mitos dan menyesatkan terkait bunuh diri itu sendiri. Adapun fakta yang keliru ini antara lain:

  1. Ancaman bunuh diri hanyalah gurauan,
    Banyak anggapan beredar di masyarakat yang salah satunya menyebutkan bahwa menjumpai orang yang sering mengancam akan bunuh diri hanyalah di mulut saja. Namun anggapan ini hanyalah kebohongan semata, sebab ketika mulut berucap maka bisa jadi ada niatan dalam hatinya dan suatu ketika akan merealisasikan ancaman tersebut.
  1. Pelaku bunuh diri hanyalah orang gila,
    Banyak orang menganggap pelaku bunuh diri merupakan mereka yang mengalami kegilaan, atau katakanlah mengalami gangguan mental. Namun, tahukah Anda? bahwa sebuah penelitian menunjukan bahwa pelaku bunuh diri sama sekali tidak mengalami gangguan mental. Justru pelakunya lebih sering memiliki pikiran yang normal hanya saja memiliki pemikiran sendiri dalam menyikapi masalah di depan mata. Sebab orang bunuh diri disebabkan karena depresi, marah, berduka, ataupun mengalami putus ada.
  1. Keinginan bunuh diri tidak akan pernah padam,
    Anggapan lain yang ternyata keliru soal bunuh diri adalah adanya pandangan bahwa pelakunya memiliki keinginan bunuh diri terus menerus. Keinginan ini dianggap tidak pernah padam meskipun sudah melakukan konsultasi ke psikolog. Namun, ternyata anggapan ini hanya mitos semata sebab penelitian menunjukan mereka yang memiliki keinginan bunuh diri ternyata bisa reda. Asalkan mau terbuka dan memiliki orang yang selalu memberi dukungan maka keinginan ini akan padam.
  1. Tidak pernah meminta bantuan atas masalahnya,
    Umumnya orang berpandangan perilaku bunuh diri menjadi kesalahan pelakunya sendiri karena menolak bantuan orang lain. Padahal kasus yang sudah-sudah menunjukan bahwa sebelum tindakan bunuh diri dilakukan mereka sudah meminta bantuan. Bahkan tidak sedikit yang rutin menemui psikolog untuk mengatasi masalah yang memicu keinginan tinggi untuk bunuh diri.

Meluruskan suatu pandangan yang keliru sangatlah penting sebab hidup yang diakhiri tentu menyakiti orang yang ditinggalkan dan menurut agama akan mendatangkan siksa yang tiada henti di akhirat nanti. Jangan pernah menganggap kematian adalah cara yang tepat untuk mengakhiri masalah, justru akan mendatangkan masalah yang jauh lebih besar baik bagi keluarga terutama bagi pelaku itu sendiri. Datangilah tokoh-tokoh agama maupun sahabat yang memiliki keimanan kuat yang dianggap mampu mendekatkan diri kita terhadap Yang Maha Kuasa.

Berikan Komentar Kamu di Sini

Share this:

Leave a comment